Pelatihan Pengembangan Kompetensi, Pj Bupati Minta Peseta Jadi Agen Perubahan

Pelatihan Pengembangan Kompetensi, Pj Bupati Minta Peseta Jadi Agen Perubahan

TANGERANG (intangerang.com) — Penjabat (Pj) Bupati Tangerang Dr Andi Ony P berharap kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi semua untuk Kabupaten Tangerang lebih baik.

Hal itu disampaikan saat menutup pelatihan pengembangan kompetensi teknis manajemen perkantoran modern berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara blended learning di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2023, Rabu (27/09/23).

Dalam sambutannya, Pj Andi mengatakan, pengembangan kompetensi merupakan langkah awal yang berharga. Menurut dia, setiap ASN harus mengembangkan kompetensi dalam manajemen perkantoran menghadapi transformasi digital yang saat ini gencar diimplementasikan.

“Pelatihan yang saudara selesaikan adalah langkah awal yang sangat berharga menuju pengembangan kompetensi dalam manajemen perkantoran berbasis TIK. Ini adalah investasi untuk diri saudara sendiri untuk kesuksesan pengembangan karir selanjutnya,” kata Pj Andi.

Dia berharap seluruh peserta nanti dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam menyelesaikan tugas-tugas mengelola management perkantoran sehingga hasilnya bisa lebih efisien dan efektif.

“Saya berharap saudara dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang saudara peroleh dalam pekerjaan sehari-hari dan terus berkontribusi positif di mana pun saudara bertugas,” pintanya.

Sementara itu, Riesnasari Citra Irena selaku Kabid Pengembangan SDA pada BKPSDM Kabupaten Tangerang mengungkapkan, kegiatan Pengembangan Kompetensi Teknis Manajemen Perkantoran Modern Berbasis TIK dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 14 September sampai dengan 27 September 2023.

“Kegiatan ini dilakukan secara Blended Learning diikuti oleh 55 peserta, dan dinyatakan berhak memperoleh sertifikat pelatihan. Peserta sebanyak 12 orang sangat memuaskan, 30 orang memuaskan, dan 13 orang cukup memuaskan seluruh materi pelajaran sebanyak 80 jam pelajaran,” ungkap Riesnasari.

Riesnasari menambahkan, bahwa para peserta diajarkan praktik penggunaan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Terintegrasi) yang merupakan aplikasi bidang kearsipan yang dapat mendukung pengelola arsip dan tata kelola pemerintahan secara elektronik. (Mel/Red)

Pos terkait