by

Siswa SDN Buniayu 1 Divaksin, Ortu Didorong Beri Semangat

SUKAMULYA Intangerang.com – Ratusan siswa SDN Buniayu 1, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang usia 6-11 tahun antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. Untuk mensukseskan vaksin, orangtua diminta menyemangati anak mereka supaya berani divaksin.

Kepala SDN Buniayu 1, Ariman menyatakan, vaksin Covid-19 diberikan kepada siswa kelas 1 hingga kelas VI. Menurutnya, murid yang akan divaksin harus dalam kondisi sehat, tidak punya riwayat penyakit dan tidak terpaksa. Kegiatan vaksinasi ini juga menerapkan protokol kesehatan (prokes), ketat agar tidak menimbulkan kerumunan.

Usai vaksin, pihak sekolah pun mengaku bersyukur, karena siswanya tidak menunjukkan reaksi yang buruk. Namun untuk siswa yang dalam kondisi sakit, akan dijadwalkan mengikuti vaksinasi susulan dengan datang langsung ke Puskesmas terdekat. “Kondisi siswa sehabis vaksin baik-baik saja. Tadi ada beberapa siswa yang ijin sakit, setelah kita konsultasikan boleh menyusul vaksinnya,” jelas Ariman.

Melalui vaksinasi ini, pihaknya berharap dapat mencegah penyebaran Covid-19. Khususnya di kalangan siswa. Kendatipun demikian, untuk kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama ini sudah berjalan dengan baik hanya saja masih terbatas. Sekolah memberlakukan beberapa sesi, agar penerapan protokol kesehatan bisa optimal.

“Dalam satu kelas itu dua kali sesi pembelajaran, satu kali pembelajaran itu tergantung jumlah murid di dalam kelas, kalau misalnya jumlah 40 siswa ya kita bagi dua. 20 siswa sesi pertama dan 20 siswa sesi kedua tidak ada istirahat karena tidak boleh ada jam  istirahat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukamulya, drg. Eko Hartati., Mars, menjelaskan, demi tercapainya target vaksin pada siswa sekolah, peran serta orangtua tentunya sangat dibutuhkan. Selain itu, peran guru dalam memberikan edukasi kepada anak didiknya akan manfaat vaksin, sangat dibutuhkan. Sehigga siswa SD tidak merasa takut saat divaksin.

“Untuk memberi semangat dan motivasi kepada anak-anak untuk melaksanakan vaksinasi, karena umur 6-11 masih memiliki rasa takut,” pintanya.

Lebih lanjut drg. Eko memaparkan, untuk tercapainya target vaksin ini diharapkan mampu meminimalisir penyebaran Covid-19. Serta pembelajaran tatap muka segera dibuka di sekolah-sekolah. (mas)

Wartawan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + fifteen =